Journey To INNERTRUE


Selama hampir 40 tahun saya jarang merawat dan juga tidak punya masalah kulit wajah. Cuci muka pakai air saja sudah cukup. Buat apa pakai Skincare? Itu dulu.

Namun waktu berkata lain. Dengan bertambah usia, khususnya tinggal di tempat penuh polusi dan di era radiasi semakin tinggi khususnya dari Gadget, kulit wajah saya menjadi sangat sensitif, mudah berminyak dan berjerawat yang tidak pernah habis.

Setiap kali olahraga dan berkeringat langsung bruntusan. Bahkan belakangan, kena udara dingin atau menggunakan handuk hotel saja langsung merah-merah dan gatal.

Ketika itu saya mulai sadar bahwa wajah harus dirawat sejak dini. Namun, saat itu ketika mencoba produk apapun sudah tidak ada yang bisa membantu karena lapisan pelindung kulit sudah tergerus habis. Dari brand lokal hingga brand Internasional yang sangat mahal pun saya coba. Malah lebih banyak yang memperburuk kondisi. 

Beberapa kali pergi ke Dokter pun tidak bisa memberikan solusi tuntas. Ada dokter yang melarang saya menggunakan produk skincare apapun dan cukup cuci muka dengan air saja, hingga ke dokter yang memberikan krim yang membuat ketergantungan dan kulit semakin tipis.

Sebagai orang yang punya latar belakang Ilmiah, saya mulai membongkar ingredients brand-brand skincare lokal, Korea, Jepang, USA dan Eropa untuk dikirim ke LAB. Ketika saya melakukan survey kepada para karyawan di beberapa perusahaan saya, ternyata 80% mengakui bahwa mereka pun belum menemukan skincare yang cocok.

Inilah momen yang paling menentukan dan membulatkan tekad saya untuk membuat Brand sendiri. Selama hampir 2 tahun, waktu dan uang hanya dikeluarkan untuk melakukan Penelitian dan Pengembangan. Selama itu juga, semua produk trial saya coba pada kulit sendiri. Tidak jarang, muka sendiri menjadi semakin hancur yang merupakan pengorbanan yang terbesar.

Saking ribetnya konsep kami, tidak banyak Pabrik Kosmetik yang mau menghandle Project INNERTRUE. Dari pihak pabrik kebanyakan berharap kita memilih dari daftar yang sudah ada, ditambahkan sedikit ingredients pembeda dan marketing gimmick, tempel logo kemudian jual secepatnya dan sebanyak-banyaknya. Secara bisnis, memang inilah best-practicenya. Saya tidak menyalahkan pabrik-pabrik tersebut. 

Namun karena motivasi saya bukan sekedar ingin jual skincare tetapi benar-benar ingin merubah kualitas hidup orang menjadi lebih baik, maka saya harus menciptakan suatu produk yang berbeda. Saat itu saya bertekad, jika tidak bisa menghasilkan produk yang sesuai harapan dan bisa membantu banyak orang, lebih baik project skincare ini tidak saya teruskan.

Setelah sekian lama, akhirnya saya berjumpa dengan tim yang dapat menghasilkan formulasi yang berhasil membantu kondisi kulit saya. Setelah lolos di kulit saya, kemudian saya melakukan panel testing pada staff-staff saya dan hasilnya sangat baik. Untuk memperkuat keyakinan, saya kirimkan ke lembaga Dermatology untuk diuji secara klinis dan lolos dengan rating terbaik.

Dan lahirlah INNERTRUE yang saat ini masih merupakan langkah awal dari suatu perjalanan jauh untuk bisa semakin baik dan lebih bermanfaat lagi bagi banyak orang. Mohon dukungannya ya ?


Apakah artikel ini bermanfaat ?

Artikel Terkait

©2020 All Rights Reserved.